PENGGUNAAN MIND MAPING
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI
SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Seminar Proposal Skripsi
Disusun oleh :
Muhammad Zamakhsyarie Dhofier
103017027242
JURUSAN PENDIDKAN MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2008
BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah Kegiatan Belajar Mengajar, pengajar atau guru adalah salah satu komponen penting yang menentukan keberhasilan siswa. Guru memiliki peranan yang sangat vital dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar di kelas. Pengelolaan kelas yang efektif dan efisien adalah salah satu tugas seorang guru dalam setiap Kegiatan Belajar Mengajar di kelas.
Penelolaan kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan kodisi optimal dan mengembalikanya bila terjadi gangguan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar. Penerapan metode belajar yang baik merupakan salaj satu unsur pengelolaan kelas yang berkaitan langsung dengan cara belajar dan kreatifitas siswa dalam memecahkan masalah.
Dalam hal kegiatan belajar, otak adalah komponen utama dalam pengembangan kreatifitas. Metode belajar yang baik adalah metode belajar yang mampu memberikan stimulasi positif terhadap otak dari peserta didik. Dengan kata lain, metode belajar yang diterapkan oleh guru diharapkan mampu membangkitkan motivasi diri dari setiap siswa.
Profesor R. Ornstein, pengarang The Psychology of consciousness mengatakan bahwa otak mengatur semua fungsi tubuh; otak mengendalikan perilaku kita yang paling primitif- makan, tidur, menjaga agar tubuh tetap hangat; otak juga bertanggung jawab untuk kegiatan yang paling canggih- penciptaan peradaban, musik, seni, ilmu, dan bahasa. Harapan, pikiran, emosi dan kepribadian semuanya tersimpan di suatu tempat di sana.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, Profesor Roger Sperry dan timnya melakukan beberapa percobaan yang luar biasa pada korteks serebral, bersamaan dengan Profesor R. Ornstein. Mereka meminta para mahasiswa untuk melakukan berbagai tugas mental seperti melamun, menghitung, membaca, menggambar, berbicara, menulis, memberi warna berbagai bentuk, dan mendengarkan musik, sementara mereka mengukur gelombang otak mereka. Mereka mengamati bahwa, pada umumnya korteks serebral membagi tugas kedalam dua kategori utama : tugas otak kiri dan tugas otak kanan. Tugas otak kanan antara lain irama, kesadaran ruang, imajinasi, melamun, warna, dimensi, dan tugas-tugas yang membutuhkan kesadaran holistik atau gambaran keseluruhan. Tugas-tugas otak kiri termasuk kata-kata, logika, angka, urutan, daftar, dan analisis.
Kajian lanjutan mengungkapkan bahwa kekuatan dan kelemahan yang berkelanjutan dari keterampilan kortikal pada setiap orang lebih merupakan fungsi kebiasaan daripada desain dasar otak. Bila seseorang yang memiliki kelemahan pada area tertentu dilatih oleh pakar,keterampilan dan kekuatan mereka pada area tersebut akan meningkat, dan hebatnya lagi, kinerja mereka di area-area lain ikut menguat. Misalnya, jika seseorang yang lemah dalam keterampilan menggambar dilatih menggambar dan melukis, maka kinerja akademisnya akan meningkat secara keseluruhan, terutama pada bidang-bidang seperti geometri di mana persepsi dan imajinasi berperan penting.
Akhirnya, dalam upaya menuju ke arah tujuan penelitian ini, untuk menumbuhkan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran matematika, maka penulis mencoba untuk menggunakan penelitian tindakan kelas dengan judul penelitian “Penggunaan Mind Map Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika”.
- Identifikasi Area dan Fokus Penelitian
Dari latar belakang yang dikemukakan maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
- Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan rendahnya motivasi berprestasi pembelajaran matematika siswa ?
- Upaya apakah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi berprestasi pembelajaran matematika siswa ?
- Apakah penggunaan metode Mind Map dapat meningkatkan motivasi berprestasi pembelajaran matematika siswa ?
- Kendala apa saja yang mungkin dihadapi dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Mind Map ?
Fokus penelitian ini adalah meningkatkan motivasi berprestasi pembelajaran matematika siswa dengan menggunakan metode Mind Map.
- Pembatasan Fokus Penelitian
1. Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu. Dalam hal ini motivasi yang dimaksud adalah motivasi berprestasi pembelajaran matematika yaitu suatu usaha untuk mencapai sukses yang bertujuan untuk berhasil dalam kompetensi dengan suatu ukuran keunggulan, dan usaha ini merupakan suatu energi yang menggerakkan siswa untuk meningkatkan prestasi dalam pembelajaran matematika.
2. Motivasi berprestasi yang dimaksud adalah motivasi berprestasi pembelajaran matematika siswa setelah diberi perlakuan dengan menggunakan metode Mind Map.
3. Metode Mind Map yang dimaksud adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind Map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagaimana otak dirancang.
4. Materi yang disajikan adalah pokok bahasan Lingkaran
- Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yangtelah dibatasi sebagaimana di atas, maka perumusan masalah yang diajukan adalah sebagai berikut : “Apakah dengan penggunaan metode Mind Map dapat meningkatkan motivasi berprestasi matematika siswa di SMP X ?”. Berdasarkan perumusan masalah tersebut, dapat dirinci sebagai berikut :
1. Bagaimana aktivitas siswa dengan menggunakan metode Mind Map ?
2. Bagaimana respon siswa dengan penggunaan metode Mind Map ?
3. Bagaimana pelaksanaan Mind Map dalam pembelajaran matematika ?
4. Bagaimana hasil pembelajaran matematika siswa dengan penggunaan metode Mind Map ?
- Tujuan dan Kegunaan Hasil Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menelaah motivasi berprestasi pembelajaran matematika siswa dengan menggunakan metode Mind Map dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika dan dapat menjadi siswa yang aktif dan kreatif untuk menghadapi tantangan yang ada.
2. Kegunaan Hasil Penelitian
Secara umum hasil yang diperoleh dari penelitian diharapkan dapat dijadikan bahan masukan bagi program pendidikan matematika dan juga dapat memberikan tambahan wawasan yang berkaitan dengan penggunaan metode Mind Map.
Pertama, secara teoritis diharapkan dapat menambah wawasan khazanah ilmu pengetahuan tentang pengembangan pendekatan pembelajaran matematika di sekolah.
Kedua, secara praktis hasil penelitian ini akan menjadi sebuah alternatif solusi bagi para guru mata pelajaran matematika sebagai bahan acuan dan pertimbangan dalam menggunakan metode pengajaran serta dapat lebih bijak dan arif dalam memilih metode pengajaran yang tepat dan efektif sehingga siswa menjadi aktif, kreatif, dan menjadi harapan sumber daya manusia yang berdaya guna dan mampu menghadapi tantangan yang ada.
BAB II
KAJIAN TEORITIK
- Acuan Teori Area dan Fokus yang Diteliti
1. Hakikat Pembelajaran Matematika
a. Pengetian Pembelajaran
Menurut Bruner pemebelajaran termasuk teori preskriptif yaitu menetapkan metode pembelajaran secara optimal yang menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi proses belajar.
Secara garis besar kita dapat menggunakan langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan oleh Suciati dan Prasetya Irawan (2001), yaitu :
1) Menurut Piaget, langkah-langkah dalam pembelajaran yaitu menetukan tujuan pembelajaran, memilih materi pelajaran, menentukan topik-topik yang dapat dipelajari siswa secara aktif, menentukan kegiatan belajar yang sesuai untuk topik-topik tersebut, dan mengembangkan metode pembelajaran untuk merangsang kreatifitas dan cara berfikir siswa, serta meakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.
2) Menurut Bruner, langkah-langkah dalam pembelajaran yaitu menetukan tujuan pembelajaran, melkukan identifikasi karakteristik siswa (kemampuan awal, minat, gaya belajar, dan sebagainya), memilih materi pelajaran, menentukan topik-topik yang dipelajari siswa secara induktif, mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas dan sebagainya, dan mengatur topik-topik pelajaran dari yang sederhana ke kompleks, dari yang kongkrit ke abstrak atau dari yahap enaktif, ikonik sampai ke simbolik, serta melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.
3) Menurut Ausubel, langkah-langkah dalam pembelajaran yaitu menentuan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik siswa, memilih materi pelajaran sesuai dengan karakteristik siswa dan mengaturnya dalam bentuk-bentuk konsep inti, menentukan topik-topik dan menmpilkannya dalam bentuk advance organizer yang akan dipelajari siswa, dan mempelajari konsep-konsep inti tersebut yang diterapkan dalam bentuk nyata/konkrit, serta melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.
Dari ketiga pendapat di atas, bahwa langkah-langkah dalam pembelajaran diantaranya adalah menetukan tujuan pembelajaran, melakukan identifikasi karakteristik siswa, memilih materi pelajaran, menentukan topik-topik yang dapat dipelajari siswa secara aktif dan induktif, dan mengembangkan baik dari metode pembelajaranya maupun bahan-bahan belajar siswa, serta melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.
b. Pengertian Matematika
Beberapa definisi atau ungkapan pengertian matematika hanyan dikemukakan terutama berfokus pada tinjauan pembuat definisi itu. Ada tokoh yang sangat tertarik dengan berperilaku bilangan, ia melihat matematika dari sudut pandang bilangan itu. Tokoh lain lebih mencurahkan perhatian kepada stuktur-struktur, ia melihat matematika dari sudut pandang struktur-struktur itu. Demikian sehingga banyak muncul definisi atau penertian tentang matematika yang beraneka ragam. Atau dengan kata lain tidak terdapat satu definisi tantang matematika yang tunggal dan disepakati oleh semua tokoh atau pakar matematika.
1. Hakikat Motivasi Berprestasi
a. Pengertian Motivasi
Motivasi berasal dari kata “motif” yang artinya sebagai daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian tersebut, motivasi mengandung tiga elemen penting, yaitu :
1) Motivasi mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap individu manusia
2) Motivasi ditandaidengan munculnya rasa “feeling” afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoaln-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan manusia
3) Motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Jadi motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu aksi, yakni tujuan. Motivasi memang muncul dari dalam diri manusia, tetapi kemunculanya karena terangsang/terdorong oleh adanya unsur lain, dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.
b. Pengertian Prestasi
Prestasi merupakan suatu gambaran dari penguasaan kemampuan para peserta didik sebagaimana telah ditetapkan untuk suatu pelajaran tertentu. Setiap usaha yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran baik oleh guru sebagai pengajar, maupun oleh peserta didik sebagai pelajar bertujuan untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya.
Mengapa ada orang-orang yang mempunyai energi yang begitu besar untuk meraih sesuatu ? mengapa ada orang yang sangat ingin berprestasi ? terlepas dari apa motivasi seseorang itu meraih prestasi, salah satu faktor yang menyebabkan seseorang terus gigih meraih prestasi adalah kemampuanya untuk memompakan semangat untuk berprestasi. Itu kenapa banyak pakar perilaku berpendapat bahwa keberhasilan adalah sikap. Dan orang yang sukses adalah orang yang berani menempuh segala ujian. Mereka belajar dari kegagalan.
Suatu ciri dari kebutuhan prestasi adalah kebutuhan yang dapat dipelajari. Di mana seseorang yang pada mulanya memiliki presrasi rendah, kemudian mendapat pelatihan dan pengalaman dapat menaikkan prestasi.
Dari penjelasan mengenai prestasi seperti tesebut di atas,kita dapat mengetahui bahwa motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk mengasilkan sesuatu yang lebih baik ari sebelumnya.
2. Hakikat Mind Map
Menurut Tony Bozan, dalam bukunya ia mengatakan bahwa Mind Map adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind Map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagaimana otak dirancang.
Michael Michalko; “Mind Map adalah alternatif pemikiran keseluruhan otak terhadap pemikiran linier. Mind Map menggapai ke segala arah dan menangkap berbagai pikiran dari berbagai sudut.
Secara harafiah Mind Map akan memetakan pikiran-pikiran kita sehingga disebut juga sebagai alat berpikir organisasional.
Mind Map menggunakan warna, memiliki sruktur alami yang memancar dari pusat. Semuanya menggnakan garis lengkung, simbol, kata, dan gambar yang sesuai dengan satu rangkaian aturan yang sederhana, mendasar, alami, dan sesuai dengan cara kerja otak. Dengan Mind Map daftar informasi yang panjang bisa dialihkan menjadi diagram warna-warni, sangat teratur, dan mudah diingat yang bekerja selaras dengan cara kerja alami otak dalam melakukan beberapa hal.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
- Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMP X kelas VIII
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan dimulai dari Januari s.d Maret 2009
- Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian tindakan (Action Research) yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas, bukan pada input kelas (silabus, materi dan lain-lain) ataupun output (hasil belajar). PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas. Metode penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Mind Map guna meningkatkan motivasi berprestasi dalam pembelajaran matematika siswa dengan pokok bahasan Lingkaran.
- Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP X tahun pelajaran 2008/2009.
- Teknik Pengumpulan Data
1. Data dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif, yaitu hasil obsevasi proses pembelajaran, catatan lapangan, hasil wawancara terhadap guru dan siswa, hasil angket persepsi siswa terhadap pembelajaran menggunakan Mind Map, hasil jurnal harian siswa, dan hasil dokumentasi (berupa foto kegiatan pembelajaran). Data kuantitatif, yaitu nilai tes akhir siklus dan nilai ulangan harian siswa.
Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah siswa, guru, dan peneliti.
2. Instrumen-Instrumen Pengumpul Data yang Digunakan
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini terdiri atas dua jenis, yaitu :
a. Instrumen Tes
Untuk tes digunakan tes formatif, yaitu tes yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran di setiap sisklus. Dan tes subsumatif yang diberikan pada akhir pembelajaran, tes ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan motivasi berprestasi siswa dalam pembelajaran matematika dan ketuntasan belajar siswa terhadap seluruh materi yang telah diberikan. Tes formatif dan subsumatif ini berupa soal pilihan ganda untuk melihat siswa termotivasi dalam berprestasi di pembelajaran matematika.
b. Instrumen Non Tes
Dalam instrumen non tes ini dgunakan instrumen sebagai berikut :
1) Lembar Observasi
2) Jurnal Harian Siswa
3) Angket
4) Lembar Wawancara
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
- Deskripsi Hasil Pengamatan
- Analisis Data
BAB V
PENUTUP
- Kesimpulan
- Saran-saran
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Danial Zainal, 7 Formula Individu Cemerlang, Jakarta : PT. Mizan Publika, 2007
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek), Jakarta : PT. Rineka Cipta, Cet. 13, 2006.
Budiningsih, C. Asri, Belajar dan Pemebelajaran, Jakarta : PT. Rineka Cipta, Cet. I, 2006.
Buzan, Tony, Buku Pintar Mind Map, Jakarta : Pt. Gramedia Pustaka Utama, Cet. VI, 2008.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : PT. Rineka Cipta, Cet. III, 2006.